Monday, 29 July 2013

Kurikulum SDN Tresnabudi 2013



BAB I
PENDAHULUAN

 


A.     Latar Belakang


Kurikulum dikembangkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Tujuan ini meliputi tujuan pendidikan nasional, tujuan pendidikan dasar,  dan tujuan yang disesuaikan  dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, serta satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu, kurikulum yang disusun oleh satuan pendidikan, memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, tandar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan dan Standar Penilaian Pendidikan. Empat standar dari delapan Standar Nasional Pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Penilaian Pendidikan dan Standar Proses merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.  Hal ini pun dilakukan SDN Tresnabudi Tahun Pelajaran 2010/2011.
Pengembangan Kurikulum SDN Tresnabudi didasarkan pada analisis konteks tentang kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasil analisis tersebut tergambar dalam uraian berikut.
SDN Tresnabudi berdomisli di Kp. Cikawung, yang secara geografis terletak di Pedesaan, sehingga memiliki kekuatan dan kelemahan.
Kekuatan SDN Tresnabudi  adalah sebagai berikut :
  1. jumlah guru sebanyak 8 orang sehingga relatif memadai untuk membimbing 6 rombongan belajar;
  2. kualifikasi guru 62,5 %   adalah lulusan S1 dan
  3. Pustakawan 1 orang;
  4. tukang kebun 1 orang;
  5. halaman sekolah yang luas dan tinggi sehingga tidak mudah tergenag oleh air
Kelemahan SDN Tresnabudi yang perlu mendapatkan perhatian adalah:
1.      belum tersedianya ruang Perpustakaan;
2.      belum tersedianya ruang media/auditorium;
3.      belum tersedianya ruang Kepala Sekolah;
4.      tidak memadainya ukuran ruang guru;
5.      ruang kelas yang tersedia hanya 5 ruang, sehingga tidak sesuai dengan jumlah rombel;
6.      tupoksi belum maksimal;
7.      partisipasi komite sekolah belum maksimal;
8.      kondisi halaman belum di paving blok, sehingga kondisinya lecet apabila musim hujan;
9.      rerata input siswa rendah.
Peluang SDN Tresnabudi
1.      perhatian Pemda terhadap pembiayaan pendidikan memadai;
2.      masyarakat sekitar memberikan dukungan dalam upaya meningkatkan keamanan dan ketertiban sekolah;
3.      terdapat forum KKG dan MKKS;
4.      suasana lingkungan yang relatif kondusif dan agamis.
Ancaman yang  dihadapi SDN Tresnabudi
1.             kondisi lingkungan belum terpagar dengan kuat sehingga orang luar mudah masuk ke lingkungan sekolah;
2.             lingkungan rawan gempa.
Merespon pencanangan pendidikan karakter oleh pemerintah, dalam pengembangan kurikulum SDN Tresnabudi juga mengakomodasi isu tersebut. Kurikulum SDN Tresnabudi berupaya mengintegrasikan pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam pengembangannya. Selain itu, pengembangan kurikulum juga memperhatikan kesetaraan gender dan jiwa kewirausahaan.
Berdasarkan analisis kondisi sekolah tersebut dan merespon isu pemerintah, SDN Tresnabudi mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk memberi kesempatan kepada peserta didik agar:
1.      beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memahami dan menghayati, serta mengamalkan ajaran agamanya masing-masing;
2.      meningkatkan pengembangan keragaman potensi, minat dan bakat, serta kecerdasan intelektual, emosional, spiritual dan kinestetik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya;
3.      mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi;
4.      meningkatkan potensi fisik dan membudayakan sportivitas serta kesadaran hidup sehat;
5.      meningkatkan kepekaan (sensitivitas), kemampuan mengekspresikan dan mengapresiasi keindahan dan keseimbangan (harmoni), hidup bermasyarakat, berguna untuk orang lain;
6.      membangun, menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
Adapun Komponen KTSP terdiri atas Tujuan Pendidikan Nasional, Tujuan Pendidikan Dasar, Tujuan Pendidikan Sekolah,  Struktur dan Muatan Kurikulum, Kalender Pendidikan, Silabus Pembelajaran, serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
  1. Landasan Pengembangan Kurikulum SDN Tresnabudi
Landasan pengembangan KTSP terdiri atas:
1.      Undang-undang Dasar 1945;
2.      Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas);
3.      PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
4.      Permendiknas RI No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
5.      Permendiknas RI No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan  untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
6.      Permendiknas RI No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permen 22 dan 23 dan No. 6 Taun 2007 tentang perubahan Permendiknas No. 24;
7.      Permendiknas RI No. 20 Tahun 2007 tentang Sistem Penilaian;
8.      Permendiknas RI No. 24 Tahun 2007 tentang Sarana dan Prasarana;
9.      Permendiknas RI No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses;
10.  PP No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;
11.  Inpres No. 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional;

C.     Tujuan Pengembangan Kurikulum SDN Tresnabudi


Kurikulum SDN Tresnabudi disusun sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan di SDN Tresnabudi
Selain itu, Kurikulum SDN Tresnabudi disusun agar dapat memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar hal-hal berikut: (1) menyelaraskan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; (2) memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menjunjung kelestarian keragaman budaya dan karakter bangsa; (3) memperhatikan pengembangan keragaman potensi, minat, kecerdasan        intelektual, emosional, spiritual dan karakteristik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya; (4) meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama dan  memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah; (5) mengoptimalkan pembelajaran berkeadilan untuk mendorong tumbuh kembangnya kesetaran gender.

D.     Prinsip Pengembangan Kurikulum SDN Tresnabudi

Kurikulum SDN Tresnabudi dikembangkan sesuai dengan relevan setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi Suku Dinas Pendidikan Dasar Kota Administrasi Jakarta Barat, dengan acuan pada SI dan SKL, dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah.
 Kurikulum SDN Tresnabudi dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungan SDN Tresnabudi

Kurikulum SDN Tresnabudi dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungannya. Dengan demikian, proses pembelajaran di SDN Tresnabudi dipusatkan pada peserta didik.

2.      Beragam dan terpadu
Kurikulum SDN Tresnabudi dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, gender, dengan memperhatikan muatan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Kurikulum ini meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansinya.

3.      Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni budaya
Kurikulum SDN Tresnabudi mengacu pada perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni budaya, yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan tersebut.
           
4.      Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Stakeholders dilibatkan dalam pengembangan kurikulum untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan  bermasyarakat, dunia usaha dan  dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan suatu keharusan.

5.      Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum ini mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan pada semua jenjang pendidikan.

6.      Belajar sepanjang hayat
Kurikulum ini diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum ini juga mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal  dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya yakni insan cerdas yang kompetitif.
7.      Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum ini dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah ini harus saling isi mengisi dan sejalan dengan motto ”dimana langit dijunjung, di situ bumi dipijak” dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, kurikulum SDN Tresbaudi menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut.
1.      Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis, dan menyenangkan.
2.      Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu:
(a)    belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
(b)   belajar untuk memahami dan menghayati;
(c)    belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif;
(d)   belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain; dan
(e)    belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melaui proses pembelajaran yang efektif, kreatif, dan menyenangkan.
3.      Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik manfaat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan dan moral.
4.      Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab,terbuka, dan hangat dengan prinsip ing ngarsa sung tulada, ing madia mangu karsa, tutwuri handayani (di depan memberi contoh dan tuladan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di belakang memberikan daya dan kekuatan).
5.      Kurikulum dilaksanakn dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajardan teknologi yang memadai dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam sekitar dijadikan sumber belajar,contoh, dan teladan).
6.      Kurikulum didasarkan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.
7.      Kurikulum yang mencakup seluruh kompetensi mata pelajaran. Muatan lokal dan pengembang diri diselenggarakan dalam keseimbangan keterkaitan dan kesinambungan yang cocok dan memadai antara kelas dan jenis jenjang pendidikan.
8.      Selain itu, pengembangan kurikulum SDN Tresnabudi perlu sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan  (SKL-SP). Adapun standar kompensasi lulusan Satuan Pendidikan  (SKL-SP) selengkapnya adalah:
(a)    menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak;
(b)   mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri ;
(c)    mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya;
(d)   menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya;
(e)    menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif;
(f)    menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif, dengan bimbingan guru/pendidik;
(g)    menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya;
(h)   menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari;
(i)     menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar
(j)     menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan;
(k)   menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanah air Indonesia;
(l)     menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal;
(m) menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang;
(n)   berkomunikasi secara jelas dan santun;
(o)   bekerja sama dalam kelompok, tolong-menolong, dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya;
(p)   menunjukkan kegemaran membaca dan menulis;
(q)   menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan  berhitung.


0 komentar :

Post a Comment